Rumah Semi Permanen di Remboken Ludes Terbakar, Diduga Akibat Setrika Listrik

banner 120x600
banner 468x60

DFACTONEWS.COM-Minahasa — Kebakaran melanda rumah semi permanen milik keluarga Montolalu–Kaunang di Desa Sinuian Jaga III, Kecamatan Remboken, Sabtu malam (23/05/2026) sekitar pukul 19.40 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp60 juta.

Pemilik rumah, Aril Montolalu (54), menuturkan sebelum kejadian dirinya bersama sang istri, Vera Kaunang (59), meninggalkan rumah untuk mengikuti ibadah gereja sekitar pukul 18.30 WITA. Sebelum berangkat, keduanya sempat menyetrika pakaian dan diduga lupa mencabut setrika dari aliran listrik.

banner 325x300

Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui setelah seorang jemaat gereja, Berry Mamahit (19), menerima informasi kebakaran melalui media sosial Facebook. Informasi itu kemudian diteruskan kepada keluarga korban yang segera menuju lokasi.

Saat tiba di rumah, api sudah membesar dan warga setempat berupaya memadamkan kobaran api sambil menunggu mobil pemadam kebakaran datang. Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api cepat membakar seluruh bagian rumah.

Sementara itu, perangkat desa Obyn Suoth (39) mengaku melihat asap tebal dari kejauhan sebelum memperoleh informasi melalui grup WhatsApp perangkat desa. Ia kemudian menuju lokasi dan ikut membantu proses pemadaman.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.30 WITA setelah petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh setrika listrik yang lupa dicabut usai digunakan.

Personel piket Polsek Remboken yang dipimpin langsung Kapolsek segera mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan pengamanan, meminta keterangan saksi, serta menyusun laporan resmi terkait insiden tersebut.

Kapolres Steven J.R. Simbar mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik di rumah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan peralatan listrik maupun sumber api dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah. Keselamatan keluarga harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Selama proses penanganan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan kondusif.(ara)

banner 325x300