DFACTONEWS.COM,TONDANO – SMP Negeri 1 Tondano memanfaatkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai momentum untuk membangun budaya literasi di kalangan peserta didik baru. Melalui pelatihan dasar jurnalistik yang digelar di aula sekolah, para siswa diperkenalkan pada dunia kepenulisan, etika komunikasi, serta pentingnya menyikapi arus informasi secara kritis di era digital.
Kegiatan edukatif tersebut menghadirkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Minahasa, Nixen Veidy Temo, sebagai narasumber. Dalam sesi pembekalannya, ia mengulas berbagai aspek profesi kewartawanan, mulai dari proses mencari informasi, teknik menyusun berita, hingga tanggung jawab moral seorang jurnalis dalam menyampaikan fakta kepada masyarakat.
Kepala SMP Negeri 1 Tondano, Melky Palilingan, M.Pd., menegaskan bahwa kemampuan literasi media menjadi bekal penting bagi generasi muda. Menurutnya, sekolah tidak hanya bertugas mencetak siswa yang mampu menerima informasi, tetapi juga memiliki kemampuan menganalisis, memilah, dan menyampaikan informasi secara benar serta bertanggung jawab.
“Melalui pelatihan ini kami berharap siswa mampu menghasilkan tulisan-tulisan positif tentang sekolah maupun lingkungan sekitarnya. Yang tidak kalah penting, mereka dibekali pemahaman untuk menolak penyebaran hoaks dan menggunakan media sosial secara bijaksana,” ujar Melky saat membuka kegiatan.
Sementara itu, Nixen Veidy Temo mengajak para peserta memahami bahwa jurnalistik merupakan profesi yang menjunjung tinggi integritas dan etika. Ia memperkenalkan konsep dasar penulisan berita menggunakan rumus 5W+1H (Who, What, Where, When, Why, dan How) sebagai fondasi dalam menghasilkan informasi yang akurat, berimbang, dan mudah dipahami. Melalui pelatihan tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cakap berliterasi, tetapi juga mampu menjadi penyebar informasi yang bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.(ARA)
















