DFACTONEWS.COM,Minahasa – Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong terlihat di lingkungan Gereja Santa Rosa Delima, Kelurahan Kembuan, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Kamis (18/6/2026).
Personel Kodim 1302/Minahasa bersama prajurit YonTP 916/Bara Sakti, warga setempat, serta umat Katolik bahu-membahu melaksanakan pemasangan paving block di area luar gereja.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.45 WITA tersebut menjadi gambaran nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sarana ibadah yang lebih nyaman dan tertata bagi umat.
Dipimpin langsung oleh Danramil 1302-10/Sonder, Kapten Arm Joni, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti apel pagi sebelum memulai pekerjaan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan mencapai hasil yang maksimal.
Kehadiran TNI dalam kegiatan sosial tersebut mendapat sambutan hangat dari umat Gereja Santa Rosa Delima. Perwakilan jemaat menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepedulian yang terus ditunjukkan TNI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan.
“Kerja bersama seperti ini tidak hanya membantu pembangunan fisik gereja, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” ungkap salah satu perwakilan umat.
Danramil 1302-10/Sonder Kapten Arm Joni menjelaskan bahwa karya bakti merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, pembangunan fasilitas umum dan tempat ibadah merupakan tanggung jawab bersama yang perlu didukung demi menciptakan lingkungan yang nyaman bagi seluruh warga.
Di tempat terpisah, Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Bonaventura Ageng F.S. menegaskan bahwa kegiatan karya bakti merupakan implementasi nyata pengabdian TNI kepada rakyat.
“Kebersamaan seperti ini menjadi modal penting dalam menjaga persatuan dan memperkuat budaya gotong royong yang telah menjadi jati diri bangsa. Kami berharap sinergi antara TNI, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat terus terjalin demi kemajuan daerah,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, semangat kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat Minahasa kembali menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya dilakukan melalui program dan anggaran, tetapi juga melalui kepedulian, kerja sama, dan gotong royong yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.(ara)
















