DFACTONEWS.COM,TAMBALA, Tombariri – Menanggapi pemberitaan terkait dugaan pemotongan honor kader Posyandu di Desa Tambala, Kecamatan Tombariri, mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Tambala akhirnya memberikan klarifikasi dan membantah tuduhan yang menyebut dirinya melakukan pemotongan honor kader Posyandu untuk kepentingan Koperasi Merah Putih (KMP).
Menurut mantan Sekdes, informasi yang disampaikan oleh salah satu oknum kader Posyandu dalam pemberitaan tersebut tidak sepenuhnya benar dan berpotensi menyesatkan opini publik.
“Kami membantah adanya pemotongan honor kader Posyandu secara sepihak sebagaimana yang diberitakan. Tidak ada niat maupun tindakan untuk mengambil hak kader demi kepentingan pribadi ataupun pihak tertentu,” tegasnya saat memberikan klarifikasi kepada media.
Ia menjelaskan bahwa dana yang disebut sebagai pemotongan(bkn potong) tp pengurangan dr nilai awal Krn kurangnya Dana yg masuk didalm Desa dan itu sudah sesuai dengan anggaran Desa yg tertata di APBDes yang merupakan hasil kesepakatan bersama yang pernah dibicarakan dalam pertemuan Musrenbang Desa yang dihadiri para kader, dan bukan keputusan yang dilakukan secara sepihak oleh dirinya.
Menurutnya, seluruh proses penyaluran honor kader dilakukan secara terbuka dan diketahui oleh pihak-pihak terkait di desa.
“Tidak benar jika dikatakan saya memotong honor kader untuk kepentingan Koperasi Merah Putih. Saya tidak pernah menerima keuntungan pribadi dari dana tersebut. Semua proses dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Mantan Sekdes juga menyayangkan munculnya informasi yang dinilai belum terverifikasi secara menyeluruh sebelum dipublikasikan. Ia menegaskan siap memberikan penjelasan maupun dokumen yang diperlukan apabila ada pemeriksaan dari pemerintah desa, pemerintah kecamatan maupun instansi berwenang.
“Saya menghormati hak setiap warga untuk menyampaikan pendapat, namun informasi yang disampaikan seharusnya berdasarkan fakta yang lengkap agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” katanya.
Terkait pernyataan Ketua Koperasi Merah Putih Desa Tambala yang membantah menerima dana hasil pemotongan honor kader, mantan Sekdes menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menyerahkan dana tersebut kepada koperasi atas nama kelembagaan KMP sebagaimana yang berkembang dalam pemberitaan.
Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara objektif dan tidak dikaitkan dengan dinamika politik menjelang Pemilihan Hukum Tua di Desa Tambala.
“Saya siap memberikan klarifikasi kepada pihak mana pun dan mendukung apabila dilakukan penelusuran secara terbuka agar persoalan ini menjadi jelas dan tidak menimbulkan fitnah maupun polemik berkepanjangan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat diharapkan menunggu hasil penelusuran dan fakta yang sebenarnya dari pihak berwenang agar informasi yang berkembang dapat dipertanggungjawabkan secara objektif dan berimbang.(ARA)
















