banner 728x90

Bincang Asik Bersama Tonaas BMI Frangky Wolayan: Budaya Minahasa Jangan Sekadar Jadi Warisan

banner 120x600
banner 468x60

DFACTONEWS.COM,MINAHASA — Suasana santai di sebuah kedai kopi kawasan Baoombong, Tondano, Sabtu (15/8/2026), berubah menjadi ruang diskusi yang sarat makna. Tonaas BMI Minahasa yang juga Ketua DPRD Kabupaten Minahasa, Franky Wolayan, bersama sejumlah wartawan menggelar Bincang Asik yang mengupas budaya Minahasa, kebangsaan hingga tanggung jawab generasi dalam mengisi kemerdekaan.

Bincang yang dikemas tanpa sekat itu berlangsung hangat. Dari meja kopi, pembicaraan mengalir pada satu pesan utama: budaya tidak boleh sekadar menjadi warisan masa lalu, tetapi harus menjadi kekuatan untuk membentuk karakter dan masa depan Minahasa.

Wolayan menegaskan, penghormatan terhadap para pahlawan tidak cukup diwujudkan dengan upacara atau renungan. Semangat perjuangan harus diterjemahkan melalui tindakan nyata, termasuk mendukung pembangunan serta menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi identitas daerah.

“Cara terbaik menghargai jasa para pahlawan adalah mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang nyata. Kita harus ikut membangun daerah dan menjaga karakter generasi,” ujar Wolayan.

Menurutnya, pembangunan Minahasa tidak boleh hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun. Penguatan sumber daya manusia, pendidikan karakter dan pelestarian kebudayaan harus menjadi satu kesatuan. Sebab, kemajuan daerah tanpa karakter dan identitas budaya dinilai akan kehilangan arah.

Ia pun menyoroti pentingnya menempatkan kebudayaan Minahasa sebagai kekuatan strategis dalam pengembangan pariwisata. Pemerintah daerah, kata Wolayan, telah mendorong sektor tersebut. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama, bukan sekadar penerima manfaat.

“Masyarakat jangan hanya menjadi penonton. Kita semua harus mengambil bagian dalam menjaga budaya dan membentuk jati diri SDM Minahasa,” tegasnya.

Dari sisi legislatif, Tonaas BMI Wolayan memastikan DPRD Minahasa siap membuka ruang bagi aspirasi masyarakat terkait kebudayaan. Fungsi pengawasan, penganggaran dan regulasi akan diarahkan untuk mendukung upaya pembangunan daerah, termasuk gagasan menghadirkan Perda Kebudayaan sebagai payung hukum pelestarian budaya Minahasa.

Bincang Asik itu berlangsung sebelum Wolayan menghadiri Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tondano. Momentum tersebut semakin mempertegas benang merah pembicaraan: mengenang perjuangan para pahlawan harus diikuti dengan keberanian menjaga identitas dan membangun masa depan.

Wolayan juga menekankan pentingnya kolaborasi. Menurutnya, pemerintah, DPRD, insan pers dan masyarakat tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Sinergi lintas elemen menjadi modal penting untuk memastikan pembangunan Minahasa tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat secara karakter dan budaya.

“Tidak ada yang sempurna. Karena itu, kita membutuhkan kebersamaan. Pemkab, DPRD, pers dan seluruh elemen masyarakat harus bersinergi untuk Minahasa yang lebih baik,” tandas Wolayan.(ARA)