banner 728x90

Pemkab Minahasa PAKSI Teken Mou, Gerakan Budaya Anti Korupsi di Mulai.

banner 120x600
banner 468x60

DFACTONEWS.COM,TONDANO – Perang terhadap korupsi di Kabupaten Minahasa mulai diperkuat dari lingkungan pendidikan. Pemerintah Kabupaten Minahasa menggandeng Penyuluh Antikorupsi Sulawesi Utara (Paksi Sulut) melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU), yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Antikorupsi di SMP Negeri 1 Tondano, Selasa (15/9/2026).

Inspektur Daerah Minahasa Vicky Tanor mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen Bupati Minahasa bersama seluruh jajaran untuk memperkuat integritas sekaligus membangun budaya antikorupsi di lingkungan pemerintahan. Langkah ini juga diarahkan untuk mendukung peningkatan nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) serta pelaksanaan Monitoring Center for Prevention (MCP) yang menjadi bagian dari upaya pencegahan korupsi oleh KPK.

“Komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa khususnya Bupati beserta seluruh jajaran dalam rangka menguatkan integritas, kemudian penguatan budaya antikorupsi di Kabupaten Minahasa,” kata Tanor. Menurutnya, penyuluhan tidak berhenti pada kegiatan perdana bersama para guru dan kepala sekolah, tetapi akan diperluas kepada pejabat eselon II, eselon III serta ASN di lingkungan Pemkab Minahasa.

Tanor menegaskan, MoU tersebut menjadi pijakan untuk membangun pembinaan antikorupsi secara lebih sistematis. Paksi Sulut akan berperan dalam pembinaan dan penyuluhan, sementara Pemkab Minahasa menjadi sasaran program tersebut. “Kita ingin Minahasa benar-benar menjadi kabupaten yang bebas dari korupsi,” tegasnya.

Ketua Paksi Sulut Magdalena Wullur mengapresiasi langkah Pemkab Minahasa. Ia menyebut kerja sama tersebut sebagai bagian dari gerakan bersama menghadapi korupsi, dengan sekolah menjadi titik awal membangun kesadaran integritas. Sosialisasi selanjutnya, kata dia, akan menyasar kepala perangkat daerah, wartawan, pelaku usaha, LSM dan berbagai unsur masyarakat lainnya.

Magdalena berharap gerakan tersebut berlangsung berkelanjutan dan mampu mendorong perubahan budaya integritas di Minahasa. “Bersama kita bisa untuk menolak korupsi,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan Inspektorat Minahasa yang menginisiasi kegiatan tersebut, termasuk Kepala SMP Negeri 1 Tondano yang menjadi tuan rumah.(ARA)