banner 728x90

MUNAS IX PERMIKOMNAS RI, Mahasiswa Informatika Ditantang Lahirkan Inovasi Berdampak

banner 120x600
banner 468x60

DFACTONEWS.COM,TONDANO – Musyawarah Nasional (MUNAS) Ke-IX Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional Republik Indonesia (PERMIKOMNAS RI) Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran mahasiswa dalam menghadapi tantangan era digital. Mahasiswa informatika tidak cukup hanya menguasai teknologi, tetapi dituntut mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan pendiri PERMIKOMNAS RI, Akmal Budi Yulianto, melalui sambutan yang dibacakan Mokhamad Cucu Zakaria, Deputi Direksi Wilayah X BPJS Kesehatan, dalam pembukaan MUNAS Ke-IX di Universitas Negeri Manado, Sulawesi Utara, Senin (2/11/2026). Ia menegaskan, organisasi mahasiswa harus menjadi ruang pembentukan karakter, integritas, dan kepemimpinan, bukan sekadar tempat mengejar jabatan maupun memperluas pergaulan.

Menurut Akmal, keberhasilan sebuah organisasi tidak diukur dari seberapa banyak pengurus yang dilahirkan, melainkan dari kemampuannya mencetak pemimpin berkualitas yang mampu membawa perubahan. Pengalaman berorganisasi harus dimanfaatkan mahasiswa untuk mengasah kemampuan mengambil keputusan, menghargai perbedaan, menyelesaikan persoalan, serta mempertanggungjawabkan setiap amanah yang dipercayakan.

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, analisis data, komputasi awan hingga keamanan siber, mahasiswa didorong mengambil bagian dalam pembangunan bangsa melalui inovasi teknologi yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pemanfaatan teknologi, katanya, harus diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, membantu pengembangan UMKM, hingga meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Transformasi digital tidak boleh hanya mengejar kecanggihan aplikasi, tetapi harus mampu menjawab persoalan publik.

Pengalaman BPJS Kesehatan dalam mengembangkan layanan digital, termasuk aplikasi Mobile JKN, menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi dapat mempermudah akses pelayanan masyarakat. Dalam sambutan itu, Akmal juga menitipkan lima hal penting kepada kader PERMIKOMNAS, yakni mengutamakan integritas, menguasai teknologi dengan tetap menjunjung nilai kemanusiaan, memperkuat kolaborasi, menghadirkan program kerja yang berdampak nyata, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Ia turut mendorong program konkret seperti riset antarkampus, pelatihan keterampilan digital, pendampingan UMKM dan edukasi keamanan siber.

Lebih dari sekadar agenda pergantian kepengurusan, MUNAS Ke-IX diharapkan melahirkan arah baru organisasi yang lebih progresif, solid, dan berkelanjutan. Perbedaan pilihan dalam proses demokrasi organisasi diminta tidak memecah persaudaraan, sementara jaringan alumni dan senior perlu diperkuat untuk mendukung kader memasuki dunia profesional. Pesan penutup Akmal menjadi penegasan bagi seluruh peserta bahwa mahasiswa hendaknya tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga menjadi generasi yang kehadirannya membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.(ARA)