DFACTONEWS.COM,MINAHASA-Gerakan pemberdayaan perempuan di Minahasa tak lagi sebatas wacana. Kamis (9/4/2026), Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, hadir langsung dalam bakti sosial yang digelar Perkumpulan Perempuan-Perempuan Tanah Minahasa (PPTM) di Ataya Cafe Kakas—membawa pesan tegas: perempuan adalah kunci perubahan.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Di hadapan para peserta, Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Ocktavianus, menegaskan bahwa pembangunan daerah tak akan berdiri kokoh tanpa fondasi kesehatan dan peran aktif perempuan. “Kolaborasi adalah harga mati. Tanpa itu, kesejahteraan hanya akan jadi slogan,” tegasnya.
Aksi nyata langsung terlihat di lapangan. Bantuan traktor diserahkan untuk mendongkrak produktivitas pertanian—sektor yang menjadi nadi ekonomi masyarakat Kakas. Di sisi lain, vaksinasi HPV digulirkan sebagai langkah strategis melindungi generasi muda perempuan dari ancaman penyakit serius, sekaligus mengedukasi pentingnya kesehatan reproduksi sejak dini.
Tak sedikit tokoh penting yang ikut memberi bobot pada kegiatan ini. Hadir di antaranya Linda Ocktavianus Taroreh dan Ketua Umum PPTM Henny Korah Langi, bersama jajaran organisasi perempuan, tenaga kesehatan, hingga unsur pemerintah daerah. Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat: gerakan ini mendapat dukungan luas, bukan gerakan sporadis.
Dalam pernyataannya, Vanda Sarundajang tak menutup-nutupi arah kebijakan pemerintah. Ia menegaskan, Pemkab Minahasa akan terus mendorong program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. “Ini bukan kegiatan seremonial. Ini langkah konkret menuju Minahasa yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” tegasnya.
Bakti sosial ini menjadi bukti bahwa ketika pemerintah, komunitas, dan masyarakat bergerak dalam satu barisan, hasilnya bukan sekadar program—melainkan perubahan nyata. Di Kakas, perempuan tak lagi ditempatkan di pinggir. Mereka kini berdiri di garis depan pembangunan.(ara)

















