banner 728x90

SINERGI LINTAS SEKTOR DIPERKUAT, MINAHASA SIAGA HADAPI KARHUTLA

banner 120x600
banner 468x60

DFACTONEWS.COM,MINAHASA — Sinergi pemerintah daerah bersama TNI, Polri dan seluruh unsur terkait diperkuat untuk mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Minahasa. Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan dalam rangka mengantisipasi dan menanggulangi Karhutla di wilayah Kodim 1302/Minahasa, yang digelar di Lapangan Manguni, Sasaran, Senin (31/8/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si., mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama dan koordinasi yang solid antarlembaga. Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga kolaborasi TNI, Polri, BPBD, Pemadam Kebakaran, Satpol PP hingga masyarakat menjadi kunci dalam mencegah maupun menangani kebakaran sejak dini.

“Yang paling penting adalah kesiapsiagaan dan koordinasi. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat melakukan pencegahan dan penanganan Karhutla secara lebih cepat dan efektif,” ujar Watania. Ia sekaligus mengimbau masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan tidak melakukan pembakaran sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca yang relatif kering serta potensi dampak El Niño.

Komandan Kodim 1302/Minahasa Letkol Inf Bonaventura Ageng Fajar Santoso menegaskan kesiapan personel harus berjalan seiring dengan penguatan sinergi antarlembaga. Setiap potensi titik api, kata dia, harus segera direspons agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Karena itu, koordinasi dan kesiapan seluruh unsur di lapangan menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Apel tersebut turut dihadiri Kapolres Minahasa AKBP Stevent J.R. Simbar, S.I.K., Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Rama Eka Darma, S.H., Ketua DPRD Minahasa Franky Wolayan, S.E., Kepala BPBD Minahasa Sandro Mogot, S.E., M.Si., Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Minahasa Drs. Melky Luvy Rumate, M.Si., jajaran Satpol PP, personel TNI-Polri serta organisasi adat BMI Minahasa. Kehadiran berbagai unsur tersebut menegaskan komitmen bersama membangun sistem pencegahan dan penanganan Karhutla yang terpadu demi melindungi masyarakat, lingkungan dan kawasan hutan di Minahasa.(ARA)