DFACTONEWS.COM MINAHASA — Aksi pengeroyokan brutal pecah di tengah hiburan musik di Desa Waleure Jaga V, Kecamatan Langowan Timur. Tak butuh waktu lama, Tim Resmob bersama Polsek Langowan bergerak cepat dan meringkus lima pelaku, Rabu (25/03/2026) siang.
Kelima pelaku masing-masing berinisial NK (19), SR (20), RB (19), GN (26), dan FN (22). Mereka ditangkap setelah polisi menerima laporan warga sekitar pukul 10.00 WITA. Hanya berselang dua jam, identitas pelaku berhasil dikantongi dan penangkapan dilakukan sekitar pukul 12.01 WITA.
Korban, JW (17), seorang mahasiswa asal Desa Wolaang Jaga I, menjadi sasaran amukan para pelaku dalam suasana pesta yang berubah mencekam.
Peristiwa bermula sekitar pukul 00.30 WITA saat acara hiburan musik berlangsung ramai. Korban dan para pelaku berada di lokasi yang sama dan terlibat senggolan saat berjoget.
Namun situasi sepele itu langsung berubah panas. Salah satu pelaku mendorong dan menendang korban hingga terjatuh. Saat korban mencoba menjauh, serangan justru datang dari belakang—pukulan keras menghantam kepala.
Tak berhenti di situ, pelaku lain ikut merangsek. Korban dihujani pukulan bertubi-tubi ke kepala, punggung, dan rusuk. Dalam kondisi terdesak, korban hanya bisa merunduk menahan serangan hingga akhirnya seorang saksi turun tangan melerai.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka di kepala, memar pada mata kiri, serta nyeri pada bagian rusuk kanan.
Dipimpin Katim II Resmob AIPDA Suryadi, tim gabungan langsung melakukan penyelidikan intensif. Meski awalnya identitas pelaku belum diketahui, kerja cepat aparat membuahkan hasil.
Kelima pelaku kini telah diamankan di Mapolsek Langowan dan diserahkan ke Unit Reskrim untuk proses hukum lebih lanjut.
Pihak kepolisian menegaskan tidak akan memberi ruang bagi aksi kekerasan di wilayah hukum Minahasa. Siapa pun yang terlibat, akan ditindak tegas tanpa kompromi.
Insiden ini menjadi peringatan keras: pesta bisa berubah petaka ketika emosi tak terkendali.(ara)

















