DFACTONEWS.COM,Jakarta-Pemerintah Indonesia melalui perwakilan resmi yang terdiri dari Wakil Menteri Keuangan Bapak Thomas Djiwandono dan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Ibu Mari Elka Pangestu, memberikan keterangan pers pada Jumat pukul 08.00 WIB (Kamis, 20.00 waktu Washington DC) terkait hasil pertemuan dan negosiasi dengan pemerintah Amerika Serikat (AS).
Pertemuan bilateral ini dilaksanakan bersama United States Trade Representative (USTR) Bapak Jamieson Greer dan Menteri Perdagangan AS Bapak Howard Lutnick. Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai opsi strategis guna memperkuat hubungan perdagangan bilateral yang adil dan berimbang antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Pemerintah Indonesia mendorong penguatan kerja sama dagang khususnya dalam optimalisasi impor komoditas utama seperti gandum, kedelai, susu kedelai (soy bean milk), serta barang-barang modal dari Amerika Serikat. Sebagai bagian dari penguatan hubungan perdagangan, Indonesia juga menawarkan kerja sama di bidang mineral strategis (critical minerals), serta memberikan kemudahan prosedural bagi impor produk hortikultura dari Amerika.
Dalam sektor investasi, Indonesia menegaskan pentingnya pendekatan kerja sama berbasis business to business, guna menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif. Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Indonesia mendorong peningkatan kolaborasi dalam sektor pendidikan, ilmu pengetahuan, riset dan teknologi, teknik (engineering), ekonomi digital, serta penguatan kerja sama dalam bidang ketahanan rantai pasok dan keamanan ekonomi (economic security).
Salah satu kesepakatan utama dalam pertemuan tersebut adalah komitmen kedua negara untuk menyelesaikan negosiasi tarif impor secara resiprokal dalam jangka waktu 60 hari ke depan. Adapun kerangka acuan dan cakupan pembahasan yang telah disepakati meliputi: kemitraan perdagangan dan investasi, kemitraan mineral kritis, serta kemitraan dalam membangun ketangguhan rantai pasok.
Seluruh hasil dan kesepakatan dalam pertemuan ini akan ditindaklanjuti secara bertahap melalui satu hingga tiga putaran pertemuan lanjutan yang akan dijadwalkan dalam waktu dekat.
Pemerintah Indonesia berharap bahwa kolaborasi ini dapat membawa manfaat strategis jangka panjang bagi kedua negara, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(ara)