banner 728x90

51 Titik Kebakaran, Damkar Minahasa Berpacu dengan Keterbatasan Armada

banner 120x600
banner 468x60

DFACTONEWS.COM,MINAHASA — Beban kerja Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Minahasa kian berat. Hanya bermodalkan lima unit mobil pemadam dan satu unit mobil suplai air, petugas harus berjibaku menangani 51 peristiwa kebakaran dalam 21 hari sepanjang Agustus 2026.

Keterbatasan armada menjadi persoalan serius ketika kebakaran terjadi secara bersamaan di lokasi berbeda. Sebab, dengan hanya lima unit kendaraan pemadam, pengerahan seluruh armada ke satu titik otomatis membuat wilayah lain minim kekuatan apabila muncul kejadian baru.

Data Damkar Minahasa hingga 21 Agustus 2026 pukul 13.47 WITA menunjukkan, dari 51 kejadian, sebanyak 49 kasus merupakan kebakaran lahan dan dua kasus kebakaran gedung. Tingginya dominasi kebakaran lahan membuat kebutuhan terhadap armada dan pasokan air semakin besar.

Sekretaris Dinas Damkar Kabupaten Minahasa, John Pantow, mengakui keberadaan mobil suplai sangat penting untuk menjaga ketersediaan air selama proses pemadaman. Menurutnya, persoalan paling rawan terjadi ketika seluruh armada dikerahkan, kemudian muncul laporan kebakaran baru di lokasi berbeda.

“Masalah utama muncul jika seluruh armada dikerahkan sekaligus dan terjadi insiden baru di lokasi lain secara bersamaan. Karena itu, keberadaan unit siaga dengan pasokan air yang memadai sangat penting,” ujar Pantow.

Kondisi semakin diperberat dengan minimnya mesin Alkon. Dari kebutuhan ideal enam unit, masing-masing satu untuk setiap armada, Damkar Minahasa saat ini baru memiliki dua unit Alkon yang aktif. Peralatan ini dibutuhkan untuk menyedot air dari sumber terbuka sekaligus menjaga tekanan air saat proses pemadaman.

Karena itu, Damkar Minahasa membutuhkan tambahan armada suplai air dan empat unit Alkon untuk mendekati kebutuhan ideal. Tambahan peralatan tersebut dinilai penting bukan sekadar untuk memperkuat kemampuan pemadaman, tetapi juga memastikan tetap ada armada yang siaga ketika kebakaran terjadi secara bersamaan.

Dengan 51 kejadian hanya dalam 21 hari, lima armada pemadam kini bekerja di tengah tekanan tinggi. Jika kasus kebakaran terus meningkat, penambahan armada bukan lagi sekadar kebutuhan pendukung, melainkan bagian penting dari sistem kesiapsiagaan kebakaran di Minahasa.(ARA)