DFACTONEWS.COM,Minahasa,-Sebuah tragedi berdarah mengguncang warga Kelurahan Wulauan, Kecamatan Tondano Utara, pada Senin sore (3/2/2025). Seorang pria berusia 24 tahun asal Gorontalo, Azriel A. Billyford Warius, ditemukan tewas setelah diduga menjadi korban pembunuhan oleh seorang pria berinisial STS (21), warga setempat.
Menurut informasi dari Kepolisian Resor Minahasa, peristiwa bermula dari pemesanan mobil yang dilakukan oleh tersangka sehari sebelumnya. Tersangka diketahui memesan jasa angkutan melalui pesan singkat pada Minggu malam, dan korban — seorang sopir lintas kota jurusan Gorontalo-Manado-Bitung — menjemputnya sekitar pukul 20.00 WITA.
Korban tidak sendiri. Ia mengajak rekannya, Aslan Rahman, untuk menemani perjalanan ke Tondano usai mengantar penumpang lainnya di Manado dan Bitung.
Sesampainya di lokasi kejadian sekitar pukul 15.20 WITA, tersangka meminta turun dengan alasan mengambil uang. Namun, setelah lebih dari 15 menit tidak kembali, korban turun dari mobil dan menunggu di pinggir jalan sambil menelepon. Tanpa diduga, tersangka datang dari arah belakang dan langsung menikam korban menggunakan pisau dapur.
Korban sempat berusaha menyelamatkan diri, namun akhirnya ambruk bersimbah darah di jalanan. Tak berhenti di situ, pelaku kemudian berusaha menyerang rekan korban, Aslan, yang berada di dalam mobil. Aslan melompat keluar untuk menyelamatkan diri namun mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Pelaku sempat melarikan diri, namun aparat kepolisian bergerak cepat. Sekitar pukul 23.20 WITA di hari yang sama, tersangka berhasil ditangkap di rumah salah satu kerabatnya di wilayah Langowan. Polisi turut mengamankan sebilah pisau dapur yang digunakan dalam aksi penikaman tersebut.
“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan pendalaman motif. Pelaku sudah diamankan dan akan menjalani proses hukum sesuai perundang-undangan,” jelas AKP Edi Susanto, Kasat Reskrim Polres Minahasa.
Insiden ini mengejutkan warga dan menjadi perhatian luas masyarakat Minahasa. Aparat kepolisian juga mengimbau warga untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.
















