Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo dan Wakil PM Rusia Bahas Langkah Strategis Perkuat Hubungan Bilateral Presiden Prabowo Terima Kunjungan Kehormatan Wakil Perdana Menteri Pertama Federasi Rusia di Istana Merdeka Raja Yordania Puji Peran Strategis Indonesia, Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina

SOSOK

Siti Walidah (Nyai Ahmad Dahlan), Kartini Sejati dalam Gerakan Emansipasi Perempuan Islam

badge-check


					Siti Walidah (Nyai Ahmad Dahlan), Kartini Sejati dalam Gerakan Emansipasi Perempuan Islam Perbesar

DFACTONEWS.COM-Dalam sejarah perjuangan perempuan Indonesia, nama Siti Walidah atau yang lebih dikenal sebagai Nyai Ahmad Dahlan, istri dari pendiri Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan, tercatat sebagai sosok pelopor emansipasi perempuan Islam. Sebagai pendiri dan pemimpin organisasi perempuan ‘Aisyiyah, Siti Walidah menjadi figur penting dalam upaya membangkitkan kesadaran perempuan terhadap hak-haknya, khususnya dalam bidang pendidikan dan peran sosial keumatan.

Dilahirkan dalam lingkungan pesantren di Kauman, Yogyakarta, Siti Walidah tumbuh dengan nilai-nilai keislaman yang kuat. Namun, ia tidak hanya menjadi pendamping suami dalam membangun gerakan pembaruan Islam di Indonesia, tetapi juga menjadi pelopor gerakan perempuan yang tangguh dan visioner. Melalui ‘Aisyiyah, yang ia dirikan pada tahun 1917, ia memberikan ruang bagi perempuan untuk belajar, berorganisasi, dan aktif dalam kegiatan sosial keagamaan.

“Perempuan harus bangkit dari ketertinggalan, harus terdidik dan mampu berdiri sejajar dalam pembangunan umat,” demikian salah satu semangat perjuangan yang dihidupi oleh Siti Walidah dalam setiap langkahnya. Ia percaya bahwa pendidikan adalah kunci utama kemajuan perempuan, dan ia konsisten mengadvokasi pentingnya akses pendidikan bagi kaum hawa—suatu gagasan progresif pada zamannya.

Semangatnya dalam memperjuangkan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan Islam menjadikan Siti Walidah sering disandingkan dengan R.A. Kartini. Jika Kartini dikenal dengan gagasan pencerahan di kalangan priyayi Jawa, maka Nyai Ahmad Dahlan menjadi sosok pencerah di kalangan muslimah melalui jalur dakwah dan pendidikan. Kedua tokoh ini, meski berbeda latar, memiliki satu benang merah: memperjuangkan martabat dan peran perempuan dalam membangun bangsa.

Pada tahun 1971, pemerintah Republik Indonesia secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Siti Walidah—sebuah pengakuan atas dedikasinya dalam perjuangan kemanusiaan dan pendidikan perempuan.

Warisan perjuangan Siti Walidah masih hidup hingga kini, terutama melalui kiprah ‘Aisyiyah yang tetap menjadi organisasi perempuan Islam terbesar dan terdepan dalam mendorong kemajuan perempuan Indonesia.

Baca Lainnya

Mengenal Sosok R.A. Kartini: Pelopor Emansipasi Perempuan Indonesia

21 April 2025 - 01:07 WITA

Trending di SOSOK