DFACTONEWS.COM,Tondano – Florence Kairupan, S.H., Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makapetor Siouw yang juga alumnus Fakultas Hukum Universitas Negeri Manado (UNIMA), menyampaikan keprihatinannya terhadap rencana pelantikan rektor terpilih UNIMA. Sosok yang akan dilantik tersebut disebut-sebut terlibat dalam dugaan plagiarisme dan tindakan tidak etis selama proses pemilihan berlangsung.
“Universitas adalah benteng terakhir integritas akademik. Jika yang dipilih untuk memimpin justru memiliki catatan dugaan pelanggaran etika dan akademik, ini sangat memprihatinkan,” ujar Kairupan dalam pernyataannya kepada media, Senin (15/4).
Menurutnya, pelantikan yang tetap dilaksanakan di tengah kontroversi ini berpotensi besar mencederai kredibilitas UNIMA sebagai lembaga pendidikan tinggi. Ia menilai, langkah tersebut bisa menjadi preseden buruk bagi dunia akademik nasional, khususnya dalam upaya menjaga marwah dan etika institusi pendidikan.
“Keputusan melantik tanpa menyelesaikan dugaan serius yang menyelimuti proses pemilihan akan menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi,” tambahnya.
Florence mendesak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk turun tangan secara tegas dan memastikan bahwa hanya figur yang bebas dari pelanggaran etika dan hukum yang boleh menempati jabatan strategis di perguruan tinggi.
LBH Makapetor Siouw, lanjutnya, mendorong dilakukan audit independen guna mengusut tuntas dugaan plagiarisme dan indikasi gratifikasi kepada anggota senat dalam pemilihan rektor.
“Proses ini harus transparan, objektif, dan disampaikan terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi,” tegasnya.
Florence juga mengingatkan, jika indikasi pelanggaran hukum terbukti, maka langkah-langkah hukum akan ditempuh.
“Kami siap mengambil langkah hukum dan aksi nyata jika pelantikan tetap dipaksakan tanpa adanya penyelesaian yang adil dan transparan. Ini demi menjaga integritas akademik dan nama baik almamater,” pungkasnya.(ara)
