DFACTONEWS.COM,Minahasa — Kementerian Agama Kabupaten Minahasa melalui Seksi Bimas Islam menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan”, Selasa (5/8/2025) di Yama Resort Tondano.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para peserta FGD yang berasal dari unsur pemerintah, masyarakat sipil, organisasi keagamaan, dan pemangku kepentingan lainnya menyatakan komitmen bersama di bawah semangat:

“Merawat Kebersamaan, Meneguhkan Moderasi Beragama di Tengah Keberagaman.”
Komitmen tersebut tertuang dalam lima butir pernyataan yang mencerminkan kesepakatan kolektif untuk memperkuat kerukunan umat beragama dan mencegah konflik sosial yang bermuatan keagamaan. Adapun isi pernyataan komitmen adalah sebagai berikut:
- Berkomitmen mendukung pemenuhan hak warga negara dalam menjalankan ibadah, menjaga kerukunan intra dan antaragama di seluruh wilayah Indonesia, melalui penguatan deteksi dini serta penanganan potensi konflik secara inklusif, berkeadilan, dan non-kekerasan.
- Mendukung aktif upaya Kementerian Agama dalam mengambil langkah-langkah strategis untuk memahami akar masalah, dinamika lokal, serta potensi rekonsiliasi dan resolusi secara konstruktif.
- Meneguhkan nilai-nilai bina damai (peacebuilding) dalam setiap pendekatan dan kebijakan, dengan menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
- Mendorong penguatan moderasi beragama sebagai landasan moral dan kultural dalam mencegah intoleransi, ekstremisme, dan kekerasan berbasis identitas.
- Siap berkolaborasi lintas sektoral, berdasarkan agama dan keyakinan masing-masing, dalam rangka membangun sinergitas yang kokoh antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga negara, guna mewujudkan kehidupan sosial yang aman, damai, dan harmonis.
Pernyataan komitmen ini menjadi penegas arah bersama seluruh elemen yang hadir, dalam memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat Minahasa dan Indonesia pada umumnya.(ara)