DFACTONEWS.COM,Tondano — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano memperkuat strategi pencegahan peredaran narkotika sekaligus peningkatan pembinaan keagamaan bagi warga binaan. Upaya itu diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara dan Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Kamis (27/11/2025).
Kesepakatan tersebut ditandatangani di Aula Lapas Tondano dan disaksikan sejumlah pejabat terkait. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut kebijakan nasional dalam memberantas peredaran narkoba dan penyelundupan telepon genggam di lingkungan pemasyarakatan.

Inspektur Wilayah I Kementerian Imigrasi dan Kemasyarakatan, Dr. Iwan Santoso, menyatakan penindakan terhadap penyalahgunaan narkoba di lapas harus dilakukan secara maksimal seiring meningkatnya peredaran gelap di berbagai daerah.
“Narkoba bisa berada di mana saja. Sulawesi Utara harus bebas dari jaringan peredaran gelap, termasuk di dalam lapas,” ujarnya.
Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Jemmy Suatan menilai kolaborasi lintas lembaga sangat penting untuk menyelamatkan masa depan warga binaan serta generasi muda.
“Melalui kerja sama ini, banyak pihak yang dapat terselamatkan dari bahaya narkoba,” kata Jemmy.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Kemasyarakatan Sulut, Tonny Nainggolan, mengingatkan implementasi MoU harus terukur dan berkelanjutan agar pembinaan lebih efektif.
“Pembinaan mengarah pada pemulihan hubungan warga binaan dengan masyarakat, negara, keluarga, dan Tuhannya,” ucapnya.
Kepala Kemenag Minahasa Pdt. Dolie Tangian menekankan, pembinaan spiritual menjadi fondasi penting bagi pemulihan karakter.
“Penyuluh agama menjadi ujung tombak untuk memastikan kerukunan dan keimanan warga binaan meningkat,” katanya.
Kepala Lapas Tondano Akhmad Sobirin Soleh menyampaikan komitmennya untuk terus mengoptimalkan pelayanan pemasyarakatan.
“Dukungan seluruh pemangku kepentingan sangat kami butuhkan untuk memperkuat program pembinaan,” ujarnya.
Acara turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Tommy Wuwungan serta jajaran pimpinan BRI setempat.










