DFACTONEWS COM MITRA–Seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) meneguhkan komitmennya dalam menjaga stabilitas sosial melalui Penandatanganan Kesepakatan Bersama untuk menjaga keamanan, kerukunan, dan kedamaian di wilayah tersebut. Acara bersejarah ini dilaksanakan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Molompar, Kecamatan Belang, pada Senin, 08/12/2025.

Kesepakatan bersama ini merupakan langkah strategis untuk mempererat persatuan, menciptakan stabilitas sosial, serta menjaga suasana yang aman, rukun, dan damai di seluruh Kabupaten Minahasa Tenggara.
Penandatanganan Kesepakatan Bersama ini melibatkan unsur-unsur penting, menunjukkan adanya sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat. Pihak yang terlibat antara lain:
- Pemerintah Daerah
- Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA)
- Tokoh Agama
- Tokoh Adat
- Tokoh Masyarakat
- Tokoh Pemuda
- Seluruh Komponen Masyarakat

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dan pimpinan daerah, menandakan dukungan penuh dari instansi terkait:
- Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli
- Kapolres Mitra, AKBP Handoko Sanjaya S.I.K., M.Han.
- Dandim 1302/Merdeka yang diwakili oleh Danramil Belang, Lettu Inf Noby Rori
- Kepala Kejaksaan Negeri Minsel, Albertus Roni Santoso S.H., M.H.
- Ketua DPRD Mitra Sohpia Antou S.E
- Asisten I Kabupaten Minahasa Tenggara Jani Rolos, S.Sos, M.M
- Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mitra
- Camat Belang
- Hukum Tua se-Kecamatan Belang
Dalam sambutannya, Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli, menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas kerjasama seluruh pihak yang terlibat. Beliau menegaskan bahwa upaya menjaga ketertiban dan kerukunan adalah tanggung jawab kolektif.
” Hari ini, kita membuktikan bahwa Minahasa Tenggara adalah rumah bagi semua. Kesepakatan ini adalah deklarasi damai Mitra. Kita semua, dari Pemerintah hingga Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan Pemuda, berjanji untuk menjadi agen perdamaian untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya Pemerintah atau aparat Keamanan,” ujar Bupati Kandoli.
Bupati juga mengajak semua pihak untuk lebih proaktif, mulai dari mengedepankan toleransi dalam kehidupan sehari-hari, melaporkan segala bentuk gangguan keamanan, hingga aktif dalam kegiatan dialog antar umat beragama dan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan.
Sementara itu, Kapolres Minahasa Tenggara, AKBP Handoko Sanjaya, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen kolektif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Kesepakatan ini merupakan wujud nyata sinergi antar pihak untuk mencegah potensi konflik, memupuk toleransi, serta mendukung pembangunan berkelanjutan yang berbasis Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelas Kapolres Mitra.
AKBP Handoko Sanjaya menegaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah nyata untuk memperkuat fondasi kerukunan dan merupakan investasi masa depan generasi mendatang untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan damai di Minahasa Tenggara.
Kesepakatan ini diharapkan menjadi payung hukum dan moral yang kuat bagi seluruh pihak untuk terus bekerja sama, mengedepankan dialog, dan menyelesaikan setiap potensi konflik demi kemajuan dan kedamaian Kabupaten Minahasa Tenggara.
Acara di BPU Molompar ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen kolektif, menegaskan kembali tekad seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Kabupaten Minahasa Tenggara sebagai daerah yang aman, rukun, dan harmonis. (mp)












