DFACTONEWS.COM,Minahasa — Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Minahasa, H. Abshori Abdillah Soleh, S.Ag., secara tegas menyatakan dukungan terhadap sikap masyarakat Muslim yang menolak rencana pemerintah memindahkan makam dua tokoh Pahlawan Nasional, Kyai Modjo dan Tuanku Imam Bonjol, dari Minahasa ke kampung halaman mereka di Pulau Jawa.
Menurut H. Abshori, keberadaan makam dua tokoh pejuang tersebut di tanah Minahasa memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat penting, khususnya bagi umat Islam di wilayah Tondano dan Pineleng. Ia menegaskan, kedua tokoh ini merupakan simbol perlawanan, dakwah, sekaligus bukti eksistensi Islam di Minahasa sejak masa penjajahan.

“Makam Kyai Modjo dan Imam Bonjol adalah saksi sejarah Islam di tanah Minahasa. Kami berharap masyarakat, khususnya umat Muslim, dapat memahami pentingnya menjaga warisan ini. Sebagai pimpinan Muhammadiyah di daerah ini, kami turut menyuarakan penolakan terhadap rencana pemindahan,” ujar Abshori dalam pernyataannya, Minggu (3/8/2025).
Ia juga menambahkan bahwa sejumlah tokoh agama dan ulama telah terlebih dahulu menyampaikan penolakan terhadap rencana tersebut. Dalam perspektif Islam, kata dia, pemindahan makam bukanlah perkara sepele, dan secara syar’i tidak diperbolehkan kecuali dalam kondisi yang sangat mendesak.
“Secara hukum Islam, pemindahan makam tidak dibenarkan tanpa alasan darurat. Maka dari itu, kami mengimbau agar pemerintah meninjau kembali rencana ini demi menjaga harmoni sejarah dan keutuhan nilai-nilai perjuangan Islam di Minahasa,” tutupnya.(ara)