MINAHASA — Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Rerer, Jaga IV Kecamatan Kombi, Rabu (2/12/2025) siang, dan menghanguskan tiga rumah semi permanen milik keluarga Mandias–Kaku, Rarumangkay–Tumbel, serta Mandias–Rarumangkay.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.25 Wita itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun total kerugian ditaksir melampaui Rp 2 miliar.

Api diperkirakan berasal dari korsleting listrik di dapur rumah keluarga Mandias–Kaku. Stop contact yang digunakan bersamaan untuk sejumlah peralatan elektronik diduga memicu percikan yang cepat membesar.
Kondisi rumah yang berdekatan hanya sekitar dua meter serta tiupan angin kencang menyebabkan kobaran api menjalar dengan cepat dan meludeskan seluruh bangunan.
Dalam situasi panik tersebut, seorang warga, Meiske Gerungan (52), berperan sebagai penyelamat setelah mengetahui bahwa seorang penderita stroke berada di dalam rumah yang sudah dikepung asap.
“Saya lihat api makin besar dan ibu Mike Tumbel sendirian. Saya langsung menggendong beliau keluar,” ujarnya.
Teriakan Meiske menarik perhatian warga yang kemudian membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas tiba.
Sementara itu, pemilik salah satu rumah, John Rarumangkay (78), tiba dalam kondisi panik setelah melihat kepulan asap dari arah kebun tempat ia bekerja.
Rumah yang ditempatinya bersama sang istri telah rata dengan tanah. Selain barang berharga, stok dagangan milik anaknya yang rencananya akan dibawa pindah ke Kalimantan juga ikut terbakar. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,8 miliar.
“Istri saya sakit stroke. Saya bersyukur dia selamat, meski rumah sudah habis,” tuturnya.
Korban lainnya, Joni Mandias (65), pemilik rumah tempat api diduga berasal, mengaku tidak mengetahui bahwa konsleting terjadi di dapurnya.
Instalasi listrik yang sudah lama tidak diperbarui serta stop contact longgar disebut menjadi titik rawan. Kerugiannya ditaksir sekitar Rp 250 juta, termasuk dua sepeda motor Honda yang ikut hangus.
Rumah ketiga milik Yeti Rarumangkay (73) juga hangus terbakar dengan estimasi kerugian sekitar Rp 350 juta. Pemilik masih dalam keadaan syok.
Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa tiba di lokasi sekitar pukul 15.26 Wita dan langsung melakukan pemadaman lanjutan.
Setelah api benar-benar padam, yang tersisa hanyalah kerangka bangunan yang telah hangus.
Kapolsek Kombi, IPTU Alen Pop Lariwu, SH, mengimbau warga untuk lebih memperhatikan keamanan instalasi listrik rumah, termasuk penggunaan stop contact.
“Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian besar ini harus menjadi pembelajaran bagi kita semua,” ujarnya.
Hingga malam hari, warga Desa Rerer masih bergotong royong membantu para korban yang kehilangan tempat tinggal, mencerminkan kuatnya solidaritas masyarakat setempat.(ara)










