DFACTONEWS.COM,Minahasa – Dalam upaya memperkuat rasa aman dan solidaritas di tengah masyarakat, Kapolres Minahasa AKBP S. Sophian, SIK, MH menyampaikan imbauan tegas kepada seluruh warga agar menjauhi tindakan kekerasan, terutama yang melibatkan senjata tajam (sajam).
“Mari kita hentikan kebiasaan membawa sajam, bertikai, dan membiarkan emosi menguasai. Kabupaten Minahasa harus kita jaga bersama sebagai tanah yang damai dan penuh kasih. Stop jo mabo-mabo, bawa-bawa sajam, baka-bakalae,” tegasnya dalam pesan yang penuh semangat kekeluargaan.
Menurut Kapolres, tindakan kekerasan hanya akan membawa penderitaan, luka, dan perpecahan di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan harmoni sosial sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Minahasa Hebat, Maju, Sejahtera, dan Berdaya Saing.
“Torang samua basudara. Tidak ada yang lebih penting dari rasa aman bagi keluarga kita, tetangga kita, dan seluruh warga Minahasa. Jangan korbankan itu hanya karena amarah sesaat,” ujarnya.
Tak hanya menyoroti persoalan kekerasan jalanan, Kapolres juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi muda. Ia mengajak para orang tua dan tokoh masyarakat untuk lebih proaktif membimbing anak-anak agar tidak terlibat dalam tindakan kriminal, baik sebagai pelaku maupun korban.
“Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab kita semua. Mari kita utamakan dialog, duduk bersama, dan cari solusi damai setiap kali ada persoalan,” imbuhnya.
Pesan moral yang dibawa Kapolres Minahasa ini menjadi ajakan terbuka bagi semua pihak, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, pemuda, hingga aparat desa, untuk bergandengan tangan mewujudkan lingkungan yang bebas dari kekerasan dan penuh kedamaian.
“Kalau bukan kita yang jaga Minahasa, siapa lagi? Mari jaga kampung kita, jaga keluarga kita, dan jadikan Minahasa tempat yang selalu rukun dan harmonis,” tutup Kapolres.(ara)
