DFACTONEWS.COM,GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo memastikan kelancaran arus transportasi laut selama libur Natal dan Tahun Baru 2025 dengan melakukan inspeksi langsung di Pelabuhan Kota Gorontalo, Kamis (25/12/2025).
Kegiatan tersebut dipimpin Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.

Kunjungan kerja tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peninjauan Pos Pengamanan Nataru serta pelepasan kapal penumpang yang melayani rute antarprovinsi dan antarpulau. Gubernur dan Wakil Gubernur turut didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gorontalo.
Dalam agenda itu, dua kapal Tol Laut dilepas untuk berlayar, yakni KM Sabuk Nusantara 76 dengan tujuan Luwuk–Ternate serta KM Nusantara 83 yang melayani rute Banggai Laut–Ambon. Kedua kapal dijadwalkan meninggalkan pelabuhan pada sore hari, sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 WITA.
Gubernur Gusnar Ismail mengatakan, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan sesuai prosedur keselamatan. Ia menyebutkan jumlah penumpang cukup padat, namun kondisi kapal dan fasilitas pendukung dinilai layak serta aman digunakan selama pelayaran.
Selain mengecek kesiapan kapal, rombongan juga memantau kondisi cuaca berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Cuaca di perairan Gorontalo terpantau relatif aman dengan hujan ringan, tinggi gelombang sekitar satu hingga satu setengah meter, serta kecepatan angin yang masih dalam batas aman.
Sementara itu, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menyampaikan harapan agar seluruh penumpang dapat menikmati perjalanan dengan nyaman selama masa libur panjang.
Ia menambahkan, keberangkatan kapal Sabuk Nusantara dilakukan secara rutin dua pekan sekali dan menjadi salah satu pelayaran awal pada periode Natal dan Tahun Baru.
Mayoritas penumpang kapal merupakan masyarakat kelas ekonomi dengan tarif tiket Rp30 ribu untuk dewasa dan Rp25 ribu bagi anak-anak. Selain kelas ekonomi, pihak operator juga menyediakan layanan kelas VIP bagi penumpang yang membutuhkan fasilitas tambahan.(ara)












