HUKRIM  

Drama Malam di Polda Sulut: Asiano Gammy Kawatu Ditahan, Keluarga Menangis, Warga Teriak “AGK Bukan Koruptor!”

banner 120x600
banner 468x60

DFACTONEWS.COM,Manado — Suasana haru dan tegang menyelimuti Markas Polda Sulawesi Utara pada Senin malam (14/4/2025), ketika mantan Penjabat Sekretaris Provinsi (Pj Sekprov) Sulut, Asiano Gammy Kawatu (AGK) resmi ditahan oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulut.

AGK adalah satu dari empat tersangka yang terjerat kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah Pemerintah Provinsi Sulut kepada Sinode GMIM untuk periode anggaran 2020 hingga 2023.

banner 325x300

Sejak pukul 10.00 WITA, AGK telah menjalani pemeriksaan intensif yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan di RS Bhayangkara. Setelah kembali ke Polda dan melalui pemeriksaan lanjutan, tepat pukul 23.50 WITA, ia keluar dari ruang penyidik dalam balutan kemeja tahanan warna oranye—tanda resmi penahanan.

Langkah AGK menuju Rumah Tahanan Polda Sulut tak sepi. Sorotan lampu kamera dan pekikan dukungan dari keluarga, sahabat, hingga warga yang sejak sore menunggu di lapangan depan menciptakan suasana penuh emosi.

“AGK orang baik. Tuhan pasti tolong!” ucap seorang warga dengan suara serak, matanya basah menatap AGK digiring masuk.

Ratusan suara menyatu, memekakkan malam:

“AGK nyanda bersalah! Torang sayang pa AGK! Jangan takut Pak, semangat!”

Kerumunan yang memadati halaman sempat membuat evakuasi berjalan lambat, namun pihak kepolisian tetap menjalankan pengamanan secara ketat.

Meski matanya berkaca-kaca, AGK tetap memberi pernyataan singkat kepada media. Ia mengaku terpukul atas penetapan dirinya sebagai tersangka.

“Saya merasa shock. Sebagai manusia, saya merasa terhina. Tapi saya tetap akan ikuti proses hukum. Saya hormati.”

AGK juga menegaskan keyakinannya bahwa dirinya tidak bersalah:

“Keluarga saya, istri dan anak saya terus mendoakan. Mohon doa dari semua. Saya yakin, saya bukan koruptor.”

Tak lama setelahnya, AGK resmi memasuki ruang tahanan, selisih menit dari penahanan Sekprov Sulut Steve Kepel, yang juga terjerat dalam kasus yang sama.

Di luar, suasana tak kalah menggetarkan. Lagu-lagu pujian rohani dinyanyikan lirih oleh kerabat dan pendukung. Tangis pecah, terutama dari Glady Kawatu, adik AGK, yang terlihat tak kuasa menahan emosi.

Kasus dana hibah Pemprov Sulut ke Sinode GMIM disebut sebagai “bom waktu” yang akhirnya meledak. Penyidik mendalami dugaan penyaluran dana yang tidak sesuai ketentuan, hingga akhirnya menetapkan empat tersangka, termasuk AGK.

AGK sendiri sempat mencalonkan diri sebagai Bupati Minahasa Selatan pada Pilkada 2024. Kini, citranya sebagai birokrat bersih tengah diuji oleh proses hukum.(ara)

banner 325x300