DFACTONEWS.COM,MANADO – Cuaca ekstrem disertai gelombang pasang memaksa aktivitas pelayaran di Pelabuhan Manado rem darurat. Sejumlah kapal penumpang yang dijadwalkan berangkat Selasa sore (7/1/2026) terpaksa ditahan di dermaga setelah kondisi laut dinilai belum aman untuk pelayaran.
Data Pelindo Regional 4 Manado mencatat sedikitnya enam kapal gagal diberangkatkan atas rekomendasi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manado. Kapal-kapal tersebut masing-masing KM Saint Mary rute Tahuna, KM Geovani tujuan Biaro, KM Cantika Lestari 8F tujuan Lirung, KM Merit Teratai tujuan Tahuna, KM Aksar Saputra 09 rute Jailolo, serta KM Cantika Lestari 7F tujuan Sofifi.

General Manager Pelindo Manado, Nurlayla Arbie, menegaskan penundaan dilakukan murni demi keselamatan. Keputusan diambil melalui koordinasi intensif dengan KSOP Manado menyusul cuaca buruk dan tinggi gelombang yang berisiko bagi pelayaran. “Keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Akibat kebijakan tersebut, sebanyak 224 penumpang terpantau tertahan di area pelabuhan. Penumpang dewasa hingga anak-anak memilih bertahan di terminal, selasar, gazebo, hingga area kanopi sambil menunggu cuaca membaik. Pelindo memastikan pelayanan tetap berjalan, sementara petugas keamanan dan personel BKO TNI melakukan patroli ketat di sekitar dermaga untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Memasuki siang hari ini, sebagian pelayaran kembali dibuka setelah cuaca dinyatakan relatif aman. Kapal yang sudah diberangkatkan antara lain KM Geovani, KM Cantika Lestari 8F, KM Aksar Saputra 09, dan KM Cantika Lestari 7F. Sementara kapal yang tiba di Pelabuhan Manado pagi ini meliputi Uki Raya dari Ternate, Barcelona III A dan Gregorius dari Talaud, serta Mercy Teratai dari Tahuna. Dua kapal lain, Barcelona II dari Tahuna dan Glory Merry dari Siau, dijadwalkan sandar hari ini. Pelindo mengimbau calon penumpang rutin memantau informasi resmi pelabuhan dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama(ara)












