DAFCTONEWS.COM.MINAHASA — Warga Desa Kayuuwi Satu, Kecamatan Kawangkoan Barat, sempat dibuat tegang setelah sebuah benda mencurigakan yang diduga mortir lama ditemukan di area perkebunan Takoy. Beruntung, respons cepat aparat membuat potensi bahaya itu berhasil dieliminasi tanpa menimbulkan korban.
Benda berbahaya tersebut pertama kali ditemukan warga pada Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 15.00 WITA saat melakukan aktivitas di lahan pertanian. Bentuknya yang menyerupai mortir membuat warga tidak berani menyentuhnya dan segera melaporkan temuan itu kepada Bhabinkamtibmas setempat.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Kawangkoan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan awal serta sterilisasi terbatas di sekitar area temuan. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Sat Brimobda Polda Sulawesi Utara untuk penanganan lebih lanjut.
Kamis pagi (12/3/2026) sekitar pukul 08.50 WITA, Tim Jibom yang dipimpin Kanit Jibom IPDA Clerry tiba di lokasi dan langsung melakukan prosedur disposal atau pemusnahan mortir di tempat penemuan. Proses penanganan berlangsung cepat dan terukur. Sekitar pukul 09.15 WITA, mortir tersebut berhasil dimusnahkan dan situasi dipastikan aman serta kondusif.
Kapolres Minahasa mengapresiasi langkah cepat warga yang memilih melapor daripada mengambil risiko. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah potensi bahaya yang lebih besar.
“Laporan cepat dari warga sangat membantu aparat dalam mengantisipasi risiko. Penanganan oleh Tim Jibom memastikan benda berbahaya tersebut dapat dimusnahkan secara aman,” ujarnya.
Polres Minahasa mengingatkan masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan yang menyerupai amunisi, granat, mortir, maupun bahan peledak lainnya. Jika menemukan benda serupa, warga diminta segera menjauh dari lokasi dan melaporkannya kepada pihak kepolisian atau Bhabinkamtibmas.
Polisi juga menegaskan akan terus memperkuat langkah antisipatif serta koordinasi lintas satuan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Minahasa tetap terjaga.(ara)

















