Presiden Prabowo Subianto menghabiskan malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan berada di tengah warga terdampak bencana. Tanpa pesta dan seremoni, Kepala Negara memilih berdoa bersama masyarakat sebagai penanda pergantian tahun.
Di lokasi terdampak, Presiden hadir dalam suasana sederhana. Ia menyatu dengan warga, menyapa anak-anak, berbincang dengan keluarga korban, serta menyampaikan pesan penguatan di tengah duka dan keterbatasan.

Malam tahun baru tersebut diisi dengan refleksi dan doa bersama. Presiden Prabowo mengajak masyarakat menatap masa depan dengan keteguhan hati meski menghadapi musibah.
“Kita sedang diuji. Ada kesulitan, ada bencana, ada tantangan. Namun kita tidak boleh kehilangan semangat. Kita harus tetap kuat, ikhlas, dan tegar,” ujar Presiden di hadapan warga.
Presiden juga menyampaikan ucapan Tahun Baru 2026 yang sarat harapan dan doa agar masyarakat diberi kekuatan serta jalan keluar terbaik oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kehadiran Presiden di lokasi bencana menjadi pesan simbolik bahwa negara hadir bersama rakyat di masa sulit. Doa bersama pada malam pergantian tahun itu mencerminkan solidaritas, gotong royong, serta komitmen pemerintah untuk terus mendampingi masyarakat, tidak hanya dalam pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan batin dan semangat kebersamaan memasuki tahun 2026.(ara)











