DFACTONEWS.COM,Manado — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menghadiri kegiatan dialog lintas iman yang dirangkaikan dengan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, di Manado, Rabu (24/12).
Forum tersebut mengangkat isu penguatan moderasi beragama serta kesadaran ekoteologi dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam pemaparannya, Menteri Agama menyebut Sulawesi Utara memiliki rekam jejak kuat sebagai daerah dengan harmoni antarumat beragama yang terjaga. Kondisi ini dinilai layak menjadi referensi nasional dalam membangun toleransi berbasis nilai keagamaan yang moderat dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Ia menekankan bahwa kesadaran ekoteologi perlu diterjemahkan ke dalam praktik nyata, tidak berhenti pada tataran wacana.
ASN Kementerian Agama dan para pemuka agama diharapkan berperan aktif menanamkan kepedulian terhadap kelestarian alam sebagai bagian dari pengamalan iman dan etika sosial.
Kegiatan tersebut turut diwarnai doa lintas agama yang dipimpin Emanuel Narahawarin, S.Fil, Penyuluh Agama Katolik Kota Manado.
Doa bersama itu membawa pesan persatuan dan perdamaian, khususnya menjelang perayaan Natal.
Selain mendoakan bangsa dan daerah, doa juga dipanjatkan bagi para pemimpin agar diberi kebijaksanaan dalam menjalankan amanah.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kemanusiaan dari Keluarga Besar Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Utara bagi korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan senilai Rp320 juta diserahkan secara simbolis oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulut, H. Ulyas Taha, kepada Menteri Agama, disaksikan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor J. Mailangkay.
Melalui dialog lintas agama, doa bersama, dan aksi solidaritas tersebut, ASN Kementerian Agama di Sulawesi Utara diharapkan semakin konsisten menjaga toleransi, memperkuat persaudaraan lintas iman, serta mendorong gerakan keagamaan yang peduli terhadap kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan.(ara)










