Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo dan Wakil PM Rusia Bahas Langkah Strategis Perkuat Hubungan Bilateral Presiden Prabowo Terima Kunjungan Kehormatan Wakil Perdana Menteri Pertama Federasi Rusia di Istana Merdeka Raja Yordania Puji Peran Strategis Indonesia, Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina

Kab.Minahasa

Lestari Bumi Hijau Teliti Perilaku Burung Maleo di Sanctuary Tambun

badge-check


					Lestari Bumi Hijau Teliti Perilaku Burung Maleo di Sanctuary Tambun Perbesar

DFACTONEWS.COM,DUMOGA TIMUR — Upaya memperkuat konservasi satwa endemik Sulawesi kembali digencarkan. Lestari Bumi Hijau melaksanakan penelitian komprehensif terkait populasi dan perilaku burung maleo (Macrocephalon maleo) di Sanctuary Maleo Tambun, Kecamatan Dumoga Timur.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Konservasi CSR AQUA MINUT Lestari di kawasan Gunung Klabat, Airmadidi, yang menegaskan komitmen AQUA dalam menjaga kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati.

Melalui program tersebut, temuan burung maleo—yang berstatus dilindungi—dinilai sebagai indikator keberhasilan kolaborasi konservasi antara perusahaan, masyarakat, dan para pemangku kepentingan. Inisiatif ini selaras dengan Danone Impact Journey yang menekankan pentingnya keberlanjutan serta perlindungan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

Penelitian dilakukan oleh tim lapangan Lestari Bumi Hijau bersama ahli maleo Maxwell. Pemantauan difokuskan pada aktivitas sarang, pola bertelur, kondisi suhu lokasi peneluran, tingkat keberhasilan penetasan, serta interaksi satwa dengan lingkungan sekitar. Data tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan strategi perlindungan habitat dan peningkatan tingkat penetasan burung maleo.

Ketua Lestari Bumi Hijau, Brivy Lotulung, menegaskan pentingnya kegiatan penelitian ini mengingat tekanan terhadap populasi maleo masih tinggi. “Kami berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam menjaga satwa kebanggaan Sulawesi. Sanctuary Tambun merupakan lokasi kunci, sehingga pemahaman ilmiah terkait perilaku maleo menjadi landasan bagi kebijakan konservasi yang efektif,” ujarnya.

Selain pendataan ilmiah, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pelestarian maleo. Edukasi kepada masyarakat di kawasan kaki Gunung Klabat direncanakan menjadi agenda lanjutan guna memperkuat partisipasi bersama.

Hasil penelitian akan digunakan sebagai bahan pemantapan sumber daya konservasi di Gunung Klabat. Melalui pendekatan ilmiah dan kolaboratif, diharapkan populasi maleo di Sulawesi Utara tetap stabil dan mampu berkembang di habitat alaminya.(ARA)

Fakta Lainnya

Ketua DPRD Minahasa Hadiri Kick-Off Forum Kepatuhan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

14 Februari 2026 - 01:49 WITA

Bupati Minahasa Robby Dondokambey Raih Gelar Doktor Cumlaude, Wujud Komitmen pada Pendidikan Berkualitas

13 Februari 2026 - 23:54 WITA

Polres Minahasa Ikuti Peresmian Nasional SPPG Polri, Dukung Ketahanan Pangan dan Program MBG

13 Februari 2026 - 22:01 WITA

Polres Minahasa Bangun Kemitraan Setara dengan Pers “Kapolres : Kritik Keras Silahkan, Tapi Jangan Fitnah”

13 Februari 2026 - 12:35 WITA

Audit LKPD 2025 Dimulai, Wabup Minahasa Vanda Sarundajang Kawal Langsung Entry Meeting BPK

13 Februari 2026 - 03:28 WITA

Fakta Trending BERANDA