PEMKAB MINAHASA SALURKAN BANTUAN BANJIR, TEGASKAN KOMITMEN PEMULIHAN DAN KETANGGUHAN DAERAH

banner 120x600
banner 468x60

DFACTONEWS.COM,MINAHASA-Sebagai wujud kepedulian terhadap warga terdampak banjir akibat luapan Danau Tondano, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa menyalurkan bantuan darurat secara langsung kepada ratusan keluarga yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak.

Penyaluran bantuan berlangsung di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa, Rabu (25/6/2025), dan dipimpin langsung oleh Bupati Minahasa Robby Dondokambey, S.Si, M.AP, didampingi Wakil Bupati Vanda Sarundajang, S.S., serta Ketua DPRD Minahasa Drs. Robby Longkutoy, M.M.

banner 325x300

Hadir pula jajaran Pemerintah Kabupaten, termasuk Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs. Riviva Maringka, M.Si, serta pimpinan perangkat daerah dan stakeholder lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana yang menimpa ratusan keluarga di sekitar Danau Tondano.

Ia menyampaikan apresiasi terhadap sinergitas seluruh elemen, baik pemerintah, TNI-Polri, relawan, maupun masyarakat dalam penanganan bencana.

“Bencana ini telah menyebabkan kerusakan cukup parah pada rumah-rumah warga, lahan pertanian, serta memaksa ratusan orang mengungsi. Namun di balik duka, kita melihat semangat gotong royong yang luar biasa. Ini kekuatan kita,” ujar Bupati RD.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada bantuan logistik, tetapi juga tengah menyiapkan langkah strategis jangka menengah dan panjang, termasuk normalisasi aliran sungai, pemetaan wilayah rawan bencana, hingga penguatan edukasi masyarakat.

“Bantuan ini adalah wujud kepedulian dan kehadiran pemerintah. Kita harus bangkit bersama, bergerak lebih cepat, dan membangun Minahasa yang tangguh terhadap bencana,” tambahnya.

Kepala BPBD Minahasa, Lona Wattie, S.STP, M.Si, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 637 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak banjir.

Untuk mendukung kebutuhan dasar pengungsi, pemerintah pusat melalui BNPB telah menyalurkan 500 paket sembako, serta 400 matras dan selimut.

Namun, jumlah tersebut belum mencukupi. “Masih terdapat kekurangan sekitar 137 paket. Hal ini telah disikapi melalui sumbangan sukarela dari kepala OPD, camat, serta stakeholder lainnya,” jelas Lona.

Ia menambahkan, Pemkab telah dua kali menetapkan status tanggap darurat dan saat ini mulai memasuki masa transisi menuju pemulihan, sesuai SK Bupati yang berlaku sejak 18 Juni hingga 18 Juli 2025.

BPBD Minahasa juga memperkuat sarana penanggulangan bencana dengan penambahan dua unit perahu katamaran dan mesin pendukung, yang akan digunakan dalam proses evakuasi maupun distribusi bantuan ke daerah-daerah terdampak.

Di sela kegiatan, Bupati RD kembali menekankan pentingnya kesadaran lingkungan melalui “Gerakan Sadar Sampah”, sebagai program prioritas Pemkab Minahasa. Ia menilai penyumbatan aliran sungai akibat sampah rumah tangga turut memperburuk dampak banjir.

“Kesadaran lingkungan harus menjadi budaya. Mulai dari membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, hingga menjaga aliran sungai tetap bersih. Ini tanggung jawab bersama,” tegas Bupati.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hutan dan ekosistem alam sebagai bagian dari sistem mitigasi bencana.

Penyaluran bantuan ini menandai dimulainya fase pemulihan pascabencana secara bertahap. Dengan semangat kebersamaan, Pemkab Minahasa optimistis bahwa daerah ini akan mampu pulih, membangun kembali kekuatan sosial, dan menyiapkan sistem ketangguhan menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Solidaritas dan sinergi adalah kunci. Mari kita lanjutkan kerja kolektif ini untuk Minahasa yang lebih kuat dan siap menghadapi tantangan ke depan,” tutup Bupati RD.(ara)

banner 325x300